Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Trip ASEAN : Kumpulan Foto - Foto Favorite ( Cerita Akhir Sebuah Perjalanan )

6 November 2013

Sampai juga diakhir perjalanan selama 11 hari berkesempatan mengunjungi 4 negara ASEAN pada Oktober - November 2013 lalu. Singapore menjadi perberhentian terakhir saya. Karena tidak ada flight langsung dari Phnompenh - Jakarta, jadi harus transit di Singapore. Tidak ada objek wisata yang saya kunjungi pada kesempatan itu. 

Carrot Cake
Hari itu, bangun tidur jam 10 pagi. Si-teman sudah berangkat kerja. Saya melewati hari itu sendirian. Turun kebawah, sekitaran Bugis, saya mencari makanan favorit, carrot cake dan ice cream. Kedua makanan ini adalah wajib jika berkunjung ke negara singa itu. 

Ice Cream
Sembahyang sebentar di Kwam Im Temple, jalan- jalan di Bugis Street, main sebentar di Bugis Junction. Jam 2 siang, saya kembali kerumah, bersiap- siap berangkat ke airport. Dengan menggunakan MRT, sendirian, saya tiba di Changi Airport Singapore , 4 jam lebih cepat. Waktu check in juga terlalu cepat. Kesenggangan waktu itu saya pakai untuk makan dan berjalan- jalan disekitar bandara. Menggunakan pesawat jam 7 malam, saya tiba di Jakarta juga jam 7 malam WIB. Perbedaan waktu 1 jam antara Singapore dengan Indonesia , terutama WIB. 

Kwam Im Temple
Dari semua cerita yang saya tuliskan dirumah blogku, saya hanya ingin berbagi pengalaman. Tidak ada maksud apapun. Karena begitu dengan saya, saat ingin mengunjungi satu tempat baru terlebih adalah objek wisata yang belum pernah saya kunjungi, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari refrensi artikel dari teman- teman Blogger yang mempunyai pengalaman. Sehingga tidak buta sama sekali, jangan sampai tertipu di negara orang dalam kondisi apapun. 

Diakhir postingan perjalanan saya, tentu, saya merasa bersyukur, berkesempatan melakukan perjalanan wisata dan melihat negara lain. Semoga saya masih akan diberi kesempatan lain untuk bisa melakukan perjalanan wisata ke tempat- tempat lain yang belum pernah saya kunjungi. Termasuk wisata dalam negeri.

Dari sekian banyak tempat dan pengalaman saya dari objek wisata yang saya kunjungi dalam trip kali ini, semua terekam jelas dalam lensa kamera amatirku. Semuanya, kini sudah berubah menjadi kenangan indah yang hanya bisa dikenang. Pengalaman tidak terlupakan dari berbagai pengalaman yang sudah saya rasakan. Suka duka, senang dan kesal. Semua itu hanya bisa dinikmati melalui foto- foto yang saya abadikan. Kuliner, tempat shopping, objek wisata, kehidupan masyarakat setempat. 

Karena itu, dari sekian ratus foto yang ada, saya memilih 15 foto favoritku selama 11 hari perjalanan itu. 

1. Grand Palace, Bangkok - Thailand


2. Wat Poh , Bangkok - Thailand


3. Patung Bung Karno , Maddame Tussauds, Bangkok - Thailand


4. Halloween Party, Khaosan Road, Bangkok -Thailand


5. The Alcazar Show , Pattaya - Thailand


6. Pattaya Beach , Pattaya - Thailand


7. The Royal Palace, Phnompenh - Cambodia


8. Sunrise , Angkor Wat, Simreap - Cambodia


9. Lokasi syuting Angelina Jolie, Tomb Raider , Simreap - Cambodia


10. Floating Village , Simreap - Cambodia


11. The Royal Palace , Phnompenh - Cambodia


12. Anjungan Gurney , Penang - Kuala Lumpur


13. Street food, Khaosan Road, Bangkok - Thailand


14. Grand Palace , Bangkok - Thailand 


15. Mini Siam , Pattaya - Thailand 


Begitulah, akhir dari sebuah perjalanan. Semoga dari semua postingan saya terkait refrensi tempat wisata dan sebagainya, mungkin bisa bermanfaat dan menjadi refrensi buat kamu yang sedang merencakan trip ke Bangkok, Pattaya, Simreap, Phnompenh, Kuala Lumpur, Penang dan Singapore. Dari tempat- tempat yang wajib dikunjungi, kuliner , tempat shopping, alat transportasi dan sebagainya. 


Terima kasih buat teman- teman yang sudah membaca artikel bersambungku bak sinetron ini, baik yang mengikuti dari cerita awal sampai akhir perjalanan ini atau baru memulai dari tengah cerita atau bahkan baru baca artikel penutup ini. Terima kasih juga kepada Bebidol, teman travelling-ku, ayo, kita rencanakan lagi trip selanjutnya, mari kerja keras dan tabung. Terima kasih juga kepada @Vivalog yang telah menayangkan "hampir" semua artikel travelling-ku ini diportal mereka. ( Kayak menerima piala penghargaan saja nih, lebay akh... )

With Love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia-





t
ttt

Minggu, 26 Januari 2014

Trip ASEAN : Kisah suka dan duka ( lainnya ) menuju Phnompenh , Kamboja


Perjalanan dari Simreap menuju Phnompenh meninggalkan kisah tersendiri yang tidak kalah seru nan mengesalkan juga. Dijemput dari hotel sekitar 1 jam siang, kami diantar ke terminal. Tiket bus yang kami beli dari supir tuk- tuk yang menjadi city tour guide kami 12 USD / orang. Terus katanya, bus itu super VIP , ada wifi dan toilet didalam bus. Dan rasanya mau langsung pingsan saja ketika melihat wujud asli dari bus yang akhirnya membawa kami sampai ditujuan dengan selamat. Bukan jelek- jelek banget, juga bukan karena harus campur dengan warga lokal, yang membuat kami KECEWA adalah kami ditipu oleh supir tuk- tuk itu. Yang katanya ada free wifi dan ada toilet , mana ????? Apalagi harga tiket asli cuma 4- 6 USD /orang. 

Rombongan bule yang satu bus dengan kami juga merasa tertipu. Mereka juga dijanjikan hal yang sama oleh agen perjalanan mereka. Hanya saja, mereka bayar 8 USD / orang. Tips nih buat kamu yang sedang atau akan melakukan trip ke Kamboja, terlebih, saat ingin naik bus dari satu kota ke kota lainnya disana, cek harga dibeberapa agen perjalanan dan pastikan apa yang mereka janjikan. Tapi apapun itu, inilah pengalaman liburanku yang seru walau kekesalan ikut serta. 

Hampir jam 9 malam, kami baru tiba di Phnompenh, Ibukota Kamboja. Telat 2 jam dari yang dibilang oleh supir tuk- tuk dan agen perjalanan bule- bule itu, yang seharusnya hanya butuh waktu 6 jam perjalanan saja. Model bus ini mirip damri, ber-AC , kursinya tidak terlalu nyaman, jangan bayangkan bus dari Singapore- KL ya. Berbeda ya. Naik turunkan penumpang menjadi salah satu faktor yang membuat perjalanan kami telat sampai ditujuan. Dan 2 kali berhenti di rest area untuk istirahat. Berhenti di rest area adalah suatu keharusan supaya supir bus tidak lelah. 


Selama berada didalam bus, bosan menjadi hal pertama yang saya rasakan. Pantat, kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya merasakan stress yang bersamaan waktunya. Belum lagi, pikiran yang masih belum bisa move on dari perasaan kesal karena tertipu itu. Untunglah, ada tv didalam bus yang memutarkan lagu- lagu Kamboja yang bervideo klip. Tidak tahu, apakah lagu - lagu itu sedang hits atau tidak, dinyanyikan oleh artis yang terkenal atau tidak. Yang saya tau, mereka, orang- orang lokal, begitu senang dan tidak sedikit dari mereka, menikmati lagu itu bahkan ikut bernyanyi. Dan aku juga.


Melihat dari dekat, bagaimana aktifitas orang Kamboja dalam menjalankan kehidupannya. Bus melewati satu daerah ke daerah lainnya, banyak pemandangan yang menurutku sih jauh dari kata indah ya. Tapi, bagaimana rumah penduduk, pasar, sepeda , terminal, rest area, dan lainnya, saya lihat. Hampir sama dengan yang ada di Indonesia. Tentu, beberapa hal, seperti rest area , kita, Indonesia jauh lebih baik dibanding mereka. 


Sesampainya di Phnompenh, kami diturunkan di terminal bus. Sudah banyak sekali supir tuk- tuk yang menghampiri dan berusaha menawarkan jasa mereka. Bisa dibayangkan, sama seperti kita di Jakarta dan kota lainnya saat di terminal. Berpengalaman dari Simreap, kami tidak langsung memilih salah satu dari mereka. Kami memutuskan jalan lebih jauh dan mencari tuk- tuk yang tidak ikut dalam keramaian itu. Rupanya, kami diikuti, seorang supir tuk- tuk, perawakannya masih muda, keterbatasan dalam komunikasi bahasa Inggris. Dia melalui seorang teman, negosiasi dengan kami, saya tidak tahu, temannya itu siapa, atau mungkin juga bosnya. Kami mendapatkan harga cukup murah dibanding dengan tawaran pertama dan supir tuk -tuk lainnya. Karena itu, dia , si supir tuk - tuk mendapatkan protes dari teman- teman supir lainnya. Biaya jasa dari terminal menuju hotel 4 USD , dari harga penawaran mereka ada yang sampai 12 USD.  



Tiba di hotel sekitar jam 9.30 malam, setelah check in, sebelum naik ke kamar hotel, kami dihampiri supir tuk- tuk yang membawa kami ke hotel ini. Kami ditawarin kembali city tour. Pikiranku langsung terbang puluhan kilometer menuju ke Simreap dan wajah supir tuk- tuk yang menipu kami langsung terpampang nyata dihadapanku. Kami berdua, langsung tarik nafas dalam - dalam. Okey, lihat dulu bagaimana penawaran bapak supir satu ini. Kami bilang, besok ingin mengunjungi Mekong River, Royal Palace dan Killing Field. Harga deal 25 USD untuk 2 orang, tidak termasuk tiket masuk objek wisata. Dan kami akan dijemput di hotel besok pagi jam 10.



Lelah , letih dan lesu, capek dan hampir sudah tidak ada tenaga lagi, seharian ini penuh, dari bangun jam 4 pagi karena dijemput tuk- tuk untuk melihat sunrise dan lokasi syuting Angelina Jolie di Angkor Wat, Simreap. Lanjut naik bus menuju Phnompenh. Mandi dan ngobrol sebentar, kami tertidur pulas hingga keesokan harinya. Bangun sekitar jam 8 pagi, turun kebawah untuk sarapan. Menu sarapan di hotel ini, lumayan enak. Penyajiannya ditata dengan sederhana. Ada masakan lokal yang condong ke Asian Food, ada Western Food juga. Disinilah, kami menikmati makan pagi dengan santai selama perjalanan wisata kami. Karena, dari Bangkok, Pattaya hingga Simreap, selalu diburu waktu dan tuntutan itenary yang telah disepakati bersama. Pelan- pelan menyicipi kuliner yang telah disediakan pihak hotel. Bahkan, kami berulang kali menambah porsi. 




Kenyang dari sarapan pagi, tidak membuat kami semangat. Sebaliknya, membuat kami malas dan ingin menetap lebih lama di hotel. Tidak tahu kenapa, mungkin sudah diakhir liburan yang banyak menguras tenaga kami selama ini. Janji dengan supir tuk- tuk jam 10 juga lupa. Bermaksud ingin istirahat sebentar, bah.. keblablasan, ketiduran. Bangun sudah jam 11 siang. Buru- buru mandi, beres- beres dan sekalian check out. Kami hanya 1 malam saja di Phnompenh. Malam ini, jam 9 kami harus pulang ke Singapore, yang menjadi transit, negara terakhir aku dalam trip ini, dan si-teman, besok sudah harus masuk kerja. 


Ternyata, kami masih ditunggu supir tuk- tuk walaupun sudah lewat jam kesepakatan. Pihak hotel juga berusaha beberapa kali melakukan panggilan melalui iphone, tapi tidak berhasil Ya iyalah, kami sedang dalam alam bawah sadar. Tidur nyenyak. 


Dan pertualangan di Phnompenh dimulai. Dari salah pengertian si-supir tuk- tuk yang mengantarkan kami ke objek wisata yang salah, sehingga menghabiskan waktu 4 jam dengan sia- sia. Kehidupan Ibukota Kamboja, rutinitas keseharian, kota yang penuh dengan debu, jalanan berlubang dibeberapa titik. Kota yang biasa - biasa saja, kota yang mirip dengan kota Medan, Ibukota Propinsi Sumatera Utara. Kemudian mengunjungi megahnya Royal Palace dan melihat monumen kejamnya tentara Rezim Khmer Merah yang dikenal dengan Killing Field Choeung Ek. Tempat pembantaian puluhan ribu orang dimana sebagian besar dari mereka adalah para intelektual yang bukan buruh, atau pekerja kasar lainnya. 


Tungguin ya dipostingan berikutnya.. 

With Love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia-

Selasa, 21 Januari 2014

Trip ASEAN : Melihat pertunjukan tarian budaya Kamboja , menikmati kuliner lokal Simreap dan suasan night market. ( Hari keenam )

3 November 2013

Dijemput tuk- tuk sekitar jam 6.00 sore, kami langsung diantar ke restoran untuk menikmati kuliner lokal dan internasional versi Simreap, Kamboja. Makan malam yang dipadu dengan pertunjukan dari anak muda setempat yang menampilkan tarian budaya Kamboja. Saya tidak tahu, berapa harga per orang untuk bisa ikut menikmati makan malam itu, karena sudah termasuk didalam paket city tour. 



Dari hotel menuju restoran butuh waktu 15 menit, tiba disana, restoran masih sepi. Kami diantarkan ke meja yang telah diberi nama pemesan. Kebetulan, meja kami dekat dengan panggung, jadi tidak terhalang dan leluasa bisa menikmati pertunjukan malam itu. Pentas tarian budaya baru akan dimulai tepat jam 7 malam, tapi para tamu sudah boleh menikmati kuliner yang telah disediakan ala buffet


Tanpa basa basi lagi, kami langsung berkeliling melihat hidangan - hidangan tersebut. Melihat satu per satu, tidak ketinggalan, kesempatan itu, masih sepi tamu dan tidak antri, saya gunakan untuk foto- foto.


Hidangan masakan internasional, yang menjadi menu utama dalam sajian makan malam. Ada sekitar 10 jenis pilihan yang disediakan. 


Ini adalah bagian salad. Berbagai campuran salad sayur dan salad buah.


Sop dan pasta. Tersedia tomato sauce dan mie sphagetti.


Ada kue jajanan pasar tradisional loh, kayak kue - kue yang sering kita makan di Indonesia, seperti kue lapis, kue wajik , putu ayu dll


Pilhan buah yang disajikan juga buah lokal, seperti pisang, salad, nenas, pepaya.


Bagian ini juga masih campuran kue tradisonal dan buah-buahan. Untuk buah, ada disediakan bumbu rujak.


Tersedia, berbagai bahan yang bisa dibuat minuman seperti cendol.


Sayur- sayuran diatas dan dibawah menjadi pilihan lokal food yang disajikan.




Area western food, seperti biasanya, ada roti, sosis, daging sapi , kentang, dsb.

Area Sup

Area Gorengan

Area BBQ
Pertunjukan tarian budaya dimulai tepat jam 7 malam dan seorang perempuan lokal membuka acara itu dengan menyampaikan dalam bahasa Inggris. 


Pertunjukan tarian budaya malam itu cukup meriah. Satu tarian berganti tarian lain berhasil memukau para tamu yang masih sibuk menikmati hidangan makan malam. Setiap tarian mengandung nilai budaya tersendiri.





Secara keseluruhan, hiburan malam itu cukup menyenangkan. Walaupun tidak terlalu fokus pada pertunjukannya, karena sibuk makan, hee... Sedangkan untuk kulinernya, jika dinilai dengan angka, saya kasih nilai 7. Memang tidak terlalu spesial. Tidak tahu kenapa, apakah lidah saya yang tidak cocok atau memang hidangannya yang kurang. Berbeda dengan di Bangkok dan Pattaya, saya sangat cocok dengan kuliner yang ada disana. Disini, ada beberapa yang memang pas dilidah, rasa dan kelezatan masakannya terasa. Baik lokal food maupun international food. Menambah pengalaman kulinerku , apalagi , tidak tahu kapan lagi baru bisa kembali ke Simreap. Tidak ada salahnya mencoba kuliner disana, enak tidak enaknya itu mah urusan kedua. 


Pertunjukan itu selesai jam 9 malam, seiring dengan berakhirnya acara itu, para tamu juga mengakhiri makan malamnya. Karena masih jam 9, kami minta supir tuk- tuk mengantarkan kami ke night market yang terletak tidak jauh dari hotel. Pulangnya dari night market , kami berpikir jalan kaki saja, jadi supir tuk- tuk , kami ijinkan pulang saja. 


Night market yang ada di Simreap, tersebar menjadi beberapa spot, walaupun ada disatu jalan raya yang sama. Maksudnya, pasar malamnya ada didalam gedung - gedung yang memang sengaja diperuntukkan menjadi pasar malam. Ada beberapa gedung disepanjang jalan itu. Eittss, jangan berpikir kalau pasar malam disana sama ya dengan pasar malam di Indonesia, yang terkadang menjadi hiburan anak- anak atau pasar , tempat jual sayur - mayur, ikan dan lainnya dimalam hari. Pasar malam disini, tempat jualan souvenir kebutuhan para turis. Dari baju, celana, tas, gelang, anting, kartu pos, gantungan kunci, bola dunia dll. Disini, transaksi jual beli menggunakan USD. Belanja disini harus pintar - pintar negosiasi, sebelum memutuskan untuk membeli , ada baiknya berkeliling sejenak , mungkin bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan barang yang sama .


Asiknya night market ini , ada satu panggung hiburan musik. Yappss, panggung musik untuk menghibur para pengunjung. Dan yang menghibur adalah ladyboy versi Simreap. Mereka lipsync dengan lagu- lagu barat yang sedang hits dan lagu lokal. Dengan dandanannya yang menor, gaya yang konyol, tingkah yang lucu, atraksi dan akting yang apa adanya, sanggup membuat para pengunjung untuk berhenti menikmati show mereka dan tertawa terbahak- bahak. Didekat panggung itu, ada jasa pijat refleksi, jadi kalau capek, silakan duduk dipijat sambil menikmati ladyboy show. Per jam untuk pijat 4 usd / orang.


Dari night market, sebelum kembali ke hotel, kami menyebrang ke pub street. Sepanjang jalan dpenuhi pub dan cafe dengan dentuman musik yang kencang, dan bisa membuat siapa saja ikut berjoget bersama. Pub street ini lebih banyak turis bule. Tidak ada niat sama sekali untuk masuk salah satu pub itu, berhubung besok pagi hari bangun cepat, paling tidak jam 4.30 sudah harus bangun. Karena jam 5 pagi, kami akan dijemput supir tuk- tuk , untuk melihat sunrise di Angkor Wat. 


Objek wisata yang wajib dikunjungi ketika sedang berada di Simreap adalah Angkor Wat dan beberapa Angkor lainnya yang terletak berdekatan. Salah satunya adalah tempat syuting Angelina Jolie difilm Tomb Raider. Film ini menjadi salah satu faktor meningkatnya turis manca negara mengunjungi Simreap. 

Menunggu matahari terbit bersama ribuan orang lainnya menjadi momen indah tersendiri dalam hidupku. Antri panjang untuk bisa foto dibelakang akar pohon besar , tempat Angelina Jolie memanjat difilm Tomb Raider, menjadi kesenangan tersendiri. Mau tau bagaimana serunya mengunjungi Angkor Wat yang tercatat sebagai salah satu warisan dunia yang tercatat di UNESCO ? Simak terus ya...



With love,

-semoga semua mahluk hidup berbahagia-